Alkohol dan Gusi Berdarah

November 26, 2019 - by admin - in Uncategorized

No Comments

Dr. Ahmad Syaify, saya ingin menanyakan apakah memang ada kaitan antara kebiasaan munim alcohol
dengan perdarahan? Soalnya sewaktu periksa gigi ke salahsatu rumahsakit, saya ditanyai apakah punya
kebiasaan minum beralkholo. Mungkin karena penampilan saya sehingga dokter menanyakan hal itu.
Tetapi yang saya tahu, betulkah ada hubungan antara minuman beralkohol dengan perdarahan gusi?
Terima kasih atas penejlesananya ya dokter.
Maria S, mahasiswa PTN di Yogyakarta
Jawaban :
Mbak Maria, mudah-mudahan anda tidak termasuk golongan yang kecanduan minuman
keras/beralkohol. Memang tidak bisa dipungkiri, masih banyak kalngan yang mengkonsumsi miras.
Entah itu berupa bir, wishky, dry wire, vermouth, cocktail wine dsb. Di masyarakat desa pun, ada juga
kebiasaan minum beralkohol seperti tuak, ciu, arak, brem dll. Alkohol murni berwarna bening, mudah
menguap, dan baunya khas. tidak dikonsumsi manusia.
Penggunaan alkohol secara kronis dapat menimbulkan efek fisiologis pada berbagai sistem organ,
salahsatunya adalah sistem darah. Beberapa perubahan yang terjadi pada sistem hematologi akibat
pengaruh alkohol, antara lain, hasil metabolik alkohol dapat menurunkan stabilitas membran kapiler
atau dinding pembuluh darah. Pada dosis tertentu, alkohol diduga dapat menekan sumsum tulang dan
menyebabkan penurunan jumlah tromobosit.
Trombosit merupakan komponen penting yang dibutuhkan untuk hemostasis atau mengehntikan
perdarahan. Trombosit bekerja langsung menyumbat kebocoran kecil pada pemubuluh datran dengan
mengadakan agregasiu di daerah tersebut. Penurunan jumlah trombosit akan berdampak pada sulitnya
darah untuk membeku.
Alkohol dapat menyebabkan perubahan segala jenis sel darah, baik bentuk maupun jumlahnya. Sel
darah merah (eritrosit) menjadi lebih besar ukurannya akibat pengaruh alkohol, sedangkan sel darah
putih (leukosit) jumlahnya akan menurun. Alkohol dapat memperpanjang waktu perdarahan dan
menghambat agregasi trombosit serta menurunkan jumlah fibrinogen.
Alkohol; dengan kosnetrasi 12% dapat menyebabkan menurunnya jumlah trombosit sehingga
menaikkan risiko perdarahan. Meningkatnya risiko perdarahan dsebabkan alcohol mempunyai efek
toksis langsung pada trombosit. Alkohol mempunyai titik tangkap pada membran sel. Aksi alkohol pada
membran lipid adalah menyebabkan perubahan fluiiditas membran, kerusakan bentuk dan fungsi
membran. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada trombosit dan akhirnya akan menurunkan jumlah
trombosit. Selain itu alkohol mempunyai efek toksis pada megakariosit yang terdapat di dalam sumsum
tulang. Megakariosit merupakan sel yang memproduksi trombosit. Penurunan jumlah megakariosit akan
berdampak terjadinya penurunan jumlah trombosit.
Dalam satu penelitian, alkohol 20 dan 45 % mempunayi pengaruh terhadap peningkatan lama
perdarahan pada luka gusi tikus, sedangkan alkohol 12 persen pengaruhnya tidak signifikan. Dengan

demikian dapat disimpulkan, konsumi minuman beralkohol kadar tinggi akan memperlama waktu
perdarahan. Apakah ini juga bisa berkaitan dengan perdarahan gusi. Jika dilihat pengaruh alkkhohol
terhadap trombisit, boleh jadi alcohol secar tidak langsung juga dapat memperparah perdarahan gusi
akibat adanya radang atau inflamasi. Demikian yang bisa kami jelaskan, mudah-mudahan bermanfaat.
Pesan kami sekali lagi, sebaiknya dihindari kebiasaan minum minuman beralkohol, apalgi sampai
kecanduan atau adiktif.

Share this article

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

×

Make an appointment and we’ll contact you.