Cabut Gigi dan Kebutaan

November 26, 2019 - by admin - in Uncategorized

No Comments

Benarkah mencabut akar gigi geraham berbahaya? Atau bahkan menyebabkan kebutaan? Mungkin pertanyaan tersebut sering kita dengar. Karena sesuatu hal entah terkena benturan keras atau terjadi pengeroposan,membuat gigi geraham kita mengalami perubahan bentuk dan hanya menyisakan akar. Banyak orang yang enggan mencabut gigi gerahamnya karena masih percaya mitos di atas.
Memang tidak ada dasar ilmiahnya bahwa mencabut gigi dapat berakibat gangguan penglihatan apalgai
sampai buta. Memang letak akar gigi atas bisa menjulang kearah mata. Tetapi itu cuma arah dari posisi
akar gigi. Tetapi tidak kaitannya sama sekali. Pembuluh darah maupun saraf yang berhubungan dengan
mata dan gigi sangat berbeda. Memang seringkali pasien menanyakan hal semacam ini. Bahkan ada
yang bercerita tentang kasus kebutaan akibat cabut gigi. Tetapi setelah dirunut, terjadai baru konon.
Baru katanya dan katanya. Sekali lagi kami ingin menegaskan bahwa tidak benar cabut gigi
menyebabkan kebutaan.
Boleh jadi lantaran mitos yang tidak jelas asal muasalnya itu, maka tidak sedikit pasien yang enggan
mencabut gigi atau sisa akar gigi terutama di rahang atas. Kami sarankan agar sisa akar gigi yang
biasanya sudah membusuk itu lekas dibuang saja. Risikonya justru lebih besar jika membiarkan sisa akar
gigi tersebut di dalam mulut. Sebab, adanya sisa akar gigi umumnya karena proses kerusakan atau
kerowok yang dibiarkan tanpa perawatan. Lama kelamaan mahkota gigi habis sama sekali, dan tersisa
akar gigi. Artinya, akar tersebut merupakan sis-sisa dari proses kerowok dan pembusukan gigi (gangren).
Nah, bisa dibayangkan adanya sesuatu yang busuk di dalam rahang dan gusi kita. Banyak sekali
risikonya. Antaran, sisa akar tersebut akan menjadi fokal infeksi yakni penyebaran kuman penyakit yang
bersumber dari gigi busuk. Risikonya bisa bermacam-macam, bisa terkaita dengan penyakit jantung,
radang sendi, penyakit paru, radang otak, gata-gatal di kulit, dsb.
Andai pun tidak.belum menyebabkan fokal infeksi, adanya sisa akar akan menimbulkan bau mulut yang
tidak enak. Aapalgi jika sisa akar giginya tidak cuma satu dua, melainkan ada beberapa. Selain itu, bisa
juga menimbulkan keradangan/inflamasi yang berulang (rekuren) sehingga pasien terganggu karena
sakit dan mudah berdarah. Intinya, sisa akar gigi jangan dibiarkan tanpa tindakan medis. Jika
dikehendaki untuk tidak dicabut, bisa saja asalkan terlebih dahulu dilakukan perawatan. Sisa
akartersebut harus di-rontgen terlebih dahulu untuk mengetahui kondisinya. Apakah masih cukup
memadai untuk dipertahankan. Apakah terdapat radang di sekelilingnya. Apakah saluran akarnya masih
memungkinkan untuk dilakukan perawatan dsb.
Adapun jika keputusannya harus dicabut, ya tinggal dlalanjutkan saja. Dengan bantuan rontgen foto
tadi, tindakan pencabutan akan lebih mudah. Tidak perlu ada kekhawatiran akan mennggangg
penglihatan dsb. Sekali lagi, cabut gigi tidak berisko, bahkan tidak ada kaitan sama sekali dengan
kebutaan.


Dr. drg. Ahmad Syaify
Plt Direktur RSGM Prof Soedomo
Yogyakarta

Share this article

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

×

Make an appointment and we’ll contact you.